Tujuan Manajemen Risiko Keuangan Dalam Bisnis!

0
166
Manajemen Risiko

Manajemen Risiko – Risiko merupakan suatu hal yang pasti dan akan kita temui saat menjalankan kegiatan bisnis. Karena itu, mengetahui besar dan kecil sebuah risiko saat akan menjalani bisnis adalah langkah terbaik yang dapat kamu lakukan. Dengan mengetahui konsep dari risiko, kita dituntut untuk tetap siap dengan segala kemungkinan yang dapat terjadi saat kita menjalankan bisnis.

Maka dari itu saat kita mengetahui bahwa ada risiko di dalamnya, kamu perlu mengetahui cara mengatur manajemen risiko keuangan itu sendiri.

Definisi Manajemen Risiko Keuangan!

Manajemen risiko merupakan suatu proses dimana identifikasi, analisis, penilaian, pengendalian, dan upaya untuk menghindari atau menghapus risiko yang tidak dapat diterima.

Dalam suatu perusahaan, manajemen risiko merupakan suatu proses perencanaan, pengaturan dan pengontrolan aktivitas sebuah organisasi dalam meminimalisir risiko pendapatan suatu perusahaan.

Tujuan Manajemen Risiko Keuangan!

Manajemen risiko memiliki tujuan untuk memberikan perlindungan kepada perusahaan dari risiko dengan upaya penilaian dan penanganan risiko. Salah satunya untuk meminimalisirnya adalah dengan adanya asuransi.

Risiko yang ada juga berkaitan langsung dengan aset perusahaan. Keuangan perusahaan yang menunjukkan nilai dari suatu perusahaan dan kegiatan operasional dari suatu perusahaan. Kestabilan dari aset perusahaan adalah hal yang cukup penting dalam jalannya suatu perusahaan, maka untuk menekan risiko kemungkinan yang terjadi diperlukan suatu manajemen risiko keuangan yang baik.

Komponen Manajemen Risiko

Dalam menangani manajemen risiko terdapat komponennya, komponen tersebut adalah:

  • Lingkup Internal

Komponen yang satu ini merupakan sikap dari manajemen di semua level terhadap operasi secara umum dan konsep kontrol secara khusus. Etika, kompetensi, integritas dan kepentingan terhadap kesejahteraan organisasi termasuk pada komponen ini.

  • Penentuan Sasaran

Biasanya suatu perusahaan menetapkan tujuan operasional dari perusahaan tersebut sebagai dasar untuk mengidentifikasi dan mengelola segala risiko yang ada. Sasaran ini dibagi menjadi dua yaitu:

  1. Fokus pada upaya realisasi visi dan misi
  2. Fokus pada kegiatan operasional, reportasi dan kompliansi

  • Identifikasi Peristiwa

Identifikasi terhadap berbagai kejadian potensial yang dapat mempengaruhi strategi dan pencapaian suatu tujuan dari perusahaan. Tetapi perlu diperhatikan mengingat kejadiannya dapat memberikan dampak positif maupun juga dapat memberikan risiko.

  • Penilaian Risiko

Penilaian risiko memungkinkan suatu organisasi untuk menilai sebuah kejadian atau keadaan. Manajemen ini memerlukan analisis dari dampak yang dapat terjadi dari akibat risiko tersebut dengan dua perspektif, yaitu:

  1. Kecenderungan/peluang
  2. Besaran dari realisasi risiko

  • Tanggapan Risiko

Tanggapan risiko ini juga merupakan komponen dalam menentukan sikap atau respon terhadap risiko tersebut. Tanggapan ini juga sesuai dengan adanya risiko seperti yang dihadapi, tanggapan tersebut biasanya seperti:

  1. Menghindari Risiko
  2. Mengurangi Risiko
  3. Memindahkan Risiko
  4. Menerima Risiko

  • Aktivitas Pengendalian

Pada proses ini baik itu prosedur maupun kebijakan memastikan respon terhadap risiko yang dipilih dapat terlaksana dengan baik. Aktivitas ini seperti:

  1. Pembuatan kebijakan dan prosedur
  2. Delegasi wewenang
  3. Pengamanan kekayaan
  4. Pembagian Fungsi
  5. Supervisi

  • Informasi dan Komunikasi

Pada komponen ini fokus kepada mengidentifikasi informasi sekaligus menyampaikannya kepada salah satu pihak terkait. Beberapa faktor penting dalam penyampaian informasi diantaranya:

  1. Kualitas Informasi
  2. Arah Komunikasi
  3. Alat Komunikasi

  • Pemantauan

Komponen terakhir adalah pemantauan. Pemantauan ini dilakukan dengan proses secara terus menerus agar memastikan setiap komponen yang sudah disebutkan diatas berjalan sebagaimana fungsinya.

Akseleran Berkomitmen Untuk Selalu Mengatur Manajemen Risiko Keuangannya!

Sebagai salah satu platform Peer-to-Peer (P2P) Lending selalu mengatur risiko keuangan yang ada. Akseleran sendiri memastikan betul credit scoring setiap UKM yang tampil itu sudah sesuai seleksi baik itu dari segi agunan, laporan keuangan dan lainnya. Selain credit scoring, diversifikasi juga dapat mengatur manajemen risiko keuangan. seperti contohnya mendiversifikasikan dana yang akan kamu pinjamkan kepada beberapa peluang usaha tidak hanya satu peluang usaha, nah itu adalah bagian dari manajemen risiko keuangan.

Baca juga:  Pentingnya Mengetahui Apa Itu Credit Scoring

Karena itu bersama Akseleran risiko yang ada dapat dikelola dengan lebih baik karena beberapa aspek seperti credit scoring yang cukup ketat dan diversifikasi yang dapat kamu lakukan.

Setelah mengetahui risiko yang ada, giliran kamu mengelola dana yang kamu miliki agar keuangan kamu lebih teratur. Yuk! Kelola dana kamu bersama Akseleran dengan imbal hasil rata-rata 18%-21% per tahun artinya kamu sudah mempersiapkan dana kamu untuk masa depan. Untuk pengguna baru Akseleran akan memberikan saldo awal senilai Rp 100 ribu dengan kode promo BLOG100.

Akseleran sudah terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sehingga sesuai dengan regulasi yang berlaku. Ditambah lagi, pinjaman di Akseleran lebih dari 98% nilai portofolionya memiliki agunan jadi semakin aman.

Untuk kamu yang tertarik mengenai pendanaan langsung bisa menghubungi Eben (+62811-9300443) atau untuk pinjaman dana usaha kamu bisa menghubungi Omar (+62812-9799-7917) dan Rizky (+62811-1312-309) atau bisa via email [email protected]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here