Ini Bentuk Investasi Aman bagi Pemula

2
2796
Akseleran_Article_Featured_Image_1366x768_investasiaman

Banyak orang yang memiliki dana namun sayangnya hanya berakhir di tabungan. Padahal dengan melakukan investasi, dana dapat berkembang dan membantu memenuhi kebutuhan di masa mendatang. Banyak instrumen investasi yang bisa dipilih. Selain menjanjikan keuntungan, masing-masing bentuk investasi juga memiliki risikonya masing-masing, karena itu penting untuk tahu apa saja investasi aman yang tersedia.

Sebagai pemula, jangan khawatir dulu jika sudah mendengar risiko. Hal tersebut merupakan hal yang wajar dalam dunia keuangan. Perbanyak informasi baik melalui buku maupun internet mengenai instrumen investasi yang cocok dengan keadaan finansial Anda. Berikut 5 bentuk investasi aman yang bisa dicoba bagi Anda yang masih pemula dalam bidang investasi.

Investasi Aman di Emas

Emas merupakan salah satu bentuk investasi yang sering dipilih orang karena harganya cenderung mengalami peningkatan setiap tahunnya. Tren tersebut cenderung stabil sehingga kemungkinan meraup untung juga terbuka lebar. Sebagai contoh, di tahun 2010, harga emas per gramnya adalah Rp350 ribu. Sementara sekarang harganya sudah meningkat 2 kali lipat menjadi Rp640 ribu.

Selain itu, investasi emas juga cocok bagi Anda yang memiliki keuangan terbatas. Anda bahkan bisa membeli emas dalam bentuk koin atau batangan seberat 5 hingga 25 gram sesuai kondisi keuangan. Belilah emas di tempat terpercaya misalnya di lembaga yang dipercayakan pemerintah untuk mengurangi risiko penipuan.

Anda juga harus berhati-hati memilih tempat berinvestasi. Ketika banyak masyarakat yang tertarik, tak sedikit pihak nakal yang menjalankan penipuan. Pelajari latar belakang tempat investasi sebelum menginvestasikan dana Anda. Selain itu, karena risiko pencurian emas tetap rawan terjadi, pilihlah tempat penyimpanan yang aman.

Properti

Properti merupakan investasi sektor riil yang juga menjanjikan keamanan dana investasi. Harga tanah dan bangunan yang terus meningkat setiap tahunnya, menjanjikan keuntungan yang tidak sedikit. Imbal hasilnya bahkan bisa mencapai 7 hingga 14 persen per tahun. Apalagi properti tak terpengaruh inflasi, layaknya yang dialami instrumen investasi di sektor keuangan seperti saham. Risiko kerugian pun bisa dipangkas.

Jangan berpikir investasi properti hanya untuk para konglomerat. Sekali pun Anda termasuk masyarakat kelas menengah, Anda tetap dapat berinvestasi di sektor ini, asal memiliki tabungan yang cukup. Ketika telah memiliki properti dan ingin memasarkannya kembali, pangsa pasar pun luas. Terlebih bila lokasi properti Anda berada pada lokasi yang strategi atau daerah urban.

Namun yang menjadi catatan, investasi properti bersifat jangka panjang. Dibutuhkan kesabaran, waktu serta kerja keras untuk dapat menghasilkan keuntungan. Anda harus pandai mengelola produk investasi bila ingin mendapatkan untung secara berkala. Misalnya mengelolanya menjadi bentuk usaha lain seperti tempat kos atau kafe.

Bila belum memiliki modal yang cukup untuk ekspansi usaha, Anda  dapat mengajukan pinjaman di beberapa situs permodalan online atau crowdfunding. Dengan suntikan dana dari para investor, Anda tetap bisa menjalankan usaha dengan pengembalian berbunga rendah. Cara mendapatkan pinjaman relatif mudah, dengan membuat proposal permintaan dan mengunggahnya ke situs crowdfunding yang menurut Anda berpotensi.

Obligasi

Obligasi merupakan surat utang yang dikeluarkan perusahaan atau pemerintah dan memiliki waktu jatuh tempo pelunasan. Ketika Anda memiliki obligasi, berarti Anda memberi pinjaman kepada pihak penerbit obligasi.

Untuk berinvestasi di obligasi, memang membutuhkan dana yang yang relatif besar. Pengembalian pun didapatkan dalam jangka waktu relatif lama. Namun Anda berkesempatan memperoleh pendapatan tetap (fixed income) berupa pendapatan bunga, setiap tiga bulan sekali selama waktu berlakunya obligasi.

Obligasi tergolong investasi aman karena bila perusahaan penerbit bangkrut sewaktu-waktu, pemegang obligasilah yang memiliki hak lebih tinggi terhadap kekayaan perusahaan.

Untuk meminimalkan risiko kerugian, telitilah dulu perusahaan penerbit obligasi. Sebaiknya pilih obligasi yang memiliki peringkat layak yakni minimal BB+. Semakin tinggi nilai rating, maka tingkat risiko pun semakin kecil.

Reksa Dana

Sebagai pemain baru dalam bidang investasi, reksa dana merupakan pilihan yang tepat. Selain menjanjikan untung besar, tingkat keamanannya juga tinggi. Terlebih bila Anda memilih reksa dana terlindungi yang dimiliki  oleh pemerintah.

Reksa dana sendiri memudahkan pala investor pemula karena dana dikelola oleh manajer investasi yang telah mendapatkan izin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Namun dana yang dikelola wajib disimpan pada bank kustodian yang tidak memiliki ikatan dengan manajer investasi. Jadi misalnya sang manajer mengalami kesulitan keuangan, tak akan berpengaruh pada dana nasabah.

Dengan perkembangan teknologi yang semakin pesat, nasabah reksa dana juga semakin diuntungkan dari segi keamanan. Setiap investor kini memiliki nomor Single Investor Identification (SID) sebagai tanda telah resmi mendaftar di pasar modal. Sekalipun dana yang diinvestasikan kecil, hak-hak Anda tetap terlindungi.

Nomor SID investor reksa dana tidak dalam bentuk kartu melainkan dokumen melalui surat elektronik kepada manajer investasi. Setelah itu, barulah Anda mendapat terusan. Nomor SID sendiri menjamin keamanan dana yang tersimpan pada bank kustodian dari penyalahgunaan agen penjual reksa dana atau oleh manajer investasi.

Pinjaman (Peer-To-Peer Lending)

Investasi Pinjaman (Peer-to-Peer Lending) merupakan bentuk investasi terbaru yang sedang naik daun saat ini. Bentuk investasi ini termasuk yang paling mudah dipahami karena memakai konsep pinjaman yang tentunya sudah pernah dilakukan oleh semua orang. Salah satu penyedia jasa investasi pinjaman peer-to-peer lending adalah Akseleran.

Keuntungan yang didapatkan dari investor adalah bunga pinjaman yang tentunya lebih besar daripada bunga deposito. Bunga pinjaman besarnya bervariasi tergantung dari risiko usaha yang diberikan pinjaman. Untuk menekan risiko lebih kecil, sebaiknya Anda memberikan pinjaman ke sebuah usaha (UKM) karena usaha-usaha ini akan menghasilkan pendapatan untuk membayar kembali pinjamannya.

Demikianlah bentuk-bentuk investasi aman yang dapat Anda pilih. Jangan lupa ingat selalu tujuan awal Anda berinvestasi agar keuntungannya dapat digunakan sesuai rencana.

2 COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here